Skip to main content

Bung Karno pernah mengungkapkan kalimat terkenal “jas merah” yang sebuah singkatan dari kalimat “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sebuah ungkapan yang penting, bahwa bangsa ini berdiri tidak begitu saja tapi dengan perjuangan dari berbagai pihak, dalam negeri maupun luar negeri. Berbagai fakta sejarah yang membantu NKRI masih berdiri sampai sekarang sepertinya sudah mulai dilupakan. Salah satunya adalah bagaimana Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya dibantu oleh negara-negara seperti India, Mesir dan Australia. Yuk kita belajar dari sejarah.

India

Pada tahun 1949, tepatnya pada tanggal 20-23 Januari, Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India saat itu menyelenggarkan konferensi yang disebut Konferensi New Delhi. Konferensi ini ada yang menamakannya sebagai konferensi Asia atau bahkan Asia-Afrika karena memang pesertanya adalah negara-negara dari Asia dan Afrika seperti: Afghanistan, Australia, Burma, Sri Lanka, Mesir, Ethiopia, Iran, Irak, Libanon, Pakistan, Filipina, Saudi Arabia, Suriah, dan Yaman dan tentunya India sebagai tuan rumah. Bahkan ada peserta peninjau dari China, Nepal, Selandia Baru, dan Thailand. Dari Indonesia sendiri dihadiri oleh Mr. A. A. Maramis (Menteri Luar Negeri PDRI), Mr. Utoyo (Wakil Indonesia di Singapura), Dr. Sudarsono (Wakil Indonesia di India), dan Dr. Sumitro Djojohadikusumo (Wakil Dagang Indonesia di Amerika Serikat), yang juga ayah dari Presiden RI saat ini Prabowo Subianto.

Konferensi ini menelurkan desakan kepada PBB untuk mendukung perjuangan Indonesia dalam menghadapi agresi militer Belanda, dan menuntut agar Belanda menghentikan agresi dan mengembalikan pemerintahan Indonesia. Konferensi ini memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan selanjutnya, yang mengarah pada diterimanya Resolusi Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 Jaruari 1949 yang berisi:

  • Penghentian semua operasi militer dengan segera oleh Belanda dan penghentian semua aktivitas gerilya oleh Indonesia.
  • Pembebasan dengan segera tanpa syarat semua tahanan politik di dalam daerah Indonesia oleh Belanda.
  • Belanda harus memberikan kesempatan kepada para pemimpin Indonesia untuk kembali ke Yogyakarta.
  • Perundingan-perundingan akan dilakukan dalam waktu secepatnya. Komisi Tiga Negara diganti namanya menjadi Komisi PBB untuk Indonesia (UNCI= United Nations Commision for Indonesia) dengan tugas membantu melancarkan perundingan-perundingan.

Resolusi Dewan Keamanan PBB ini akhirnya membuka jalan adanya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, di mana Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia pada akhir tahun 1949. 1)

Mungkin hasil dari konferensi New Delhi tahun 199 ini juga yang menjadi cikal bakal Presiden RI Sukarno menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.

Mesir

Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 22 Maret 1946, dan secara de jure pada 10 Juni 1947. Pengakuan ini sangat penting karena memicu negara-negara lain, terutama di Liga Arab, untuk mengikuti langkah serupa. 2)

Selain itu, rakyat Mesir melalui organisasi “Ikhwanul Muslimin” (IM) melakukan demonstrasi di depan kedutaan besar Belanda di Mesir yang mempengaruhi politik luar negeri Mesir terhadap Indonesia.. Selain itu, konon organisasi buruh Mesir yang diprakarsai IM terlibat dalam demonstrasi di terusan Suez yang mengakibatkan kapal-kapal Belanda bisa dihalang-halangi masuk ke Indonesia untuk menguasai Indonesia kembali. 3)

Australia

Setelah Jepang menyerang Indonesia tahun 1942-an, maka banyak tentara Belanda (KNIL) dan warga sipil (orang Belanda atau orang Indonesia yang pro Belanda) yang lari ke Australia. Bahkan Belanda mendirikan pangkalan militernya di Australia. Kemudian, bersama kekuatan sekutu, tentara Belanda ikut berperang melawan Jepang.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, pasukan Belanda ingin segera masuk dan menguasai Indonesia kembali. Namun hal ini sempat dicegah oleh serikat buruh pelabuhan Australia yang dikenal dengan nama “Black Armada” tanggal 24 September 1945. Kebetulan partai buruh saat itu menguasai pemerintahan Australia. Australia saat itu berhasil memboikot kapal-kapal Belanda yang membawa persenjataan untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Aksi boikot ini terjadi di pelabuhan-pelabuhan Brisbane, Melbourne, Sidney, dan Fremantle. Konon sekitar 400 armada Belanda di Australia sempat dicegah melanjutkan perjalanan ke Indonesia. 4)

“Black Armada” ini konon diinisiasi oleh buruh pelabuhan di Sydney asal Indonesia bernama Tukliwon. Setelah mendengar berita di radio tentang kemerdekaan Indonesia, Tukliwon menyebarkan berita ini ke teman-temannya ABK asal Indonesia dan mengajak untuk menolak untuk menjadi ABK kapal Fery Belanda yang akan kembali ke Indonesia. Aksi boikot ini dengan cepat juga mendapat dukungan dari asosiasi pekerja pelabuhan Australia yang lain mulai dari tukang masak, teknisi mesin, tukang cat kapal, tukang kayu, dan lain-lain. Aksi boikot oleh pekerja pelabuhan Australia ini semakin meningkat dan mencapai puncaknya sehingga dikenal sebagai “Black Armada”. Pekerja pelabuhan di Sydney menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kapal Belanda dan juga kantor diplomatik Belanda dan memasang spanduk besar berisi desakan agar Belanda meninggalkan Indonesia – “hands Off Indonesia” 5)

Terlepas dari bagaimana hubungan Indonesia dengan negara-negara Mesir, India dan Australia saat ini, kita perlu berterima kasih kepada mereka. Bagaimanapun juga, mereka telah membantu agar NKRI bisa terus berdiri setelah proklamasi tahun 1945.  Seperti pesan Bung Karno “Jas Merah”, kita perlu tahu sejarah ini dan tidak melupakannya.

Eko Nugroho
Wakil Ketua Umum Pusaka Indonesia

Sumber:

  1. https://www.kompas.com/stori/read/2021/09/20/120000979/konferensi-asia-di-new-delhi-latar-belakang-tuntutan-dan-hasil
  2. https://www.metrotvnews.com/read/NG9CQ6A1-7-negara-yang-pertama-kali-akui-kedaulatan-indonesia#:~:text=1.,posisi%20Indonesia%20dalam%20diplomasi%20internasional
  3. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/7-peran-mesir-dalam-mendukung-kemerdekaan-indonesia-berdasarkan-sejarah-20yCufs6td5/full
  4. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/apa-itu-peristiwa-black-armada-lengkap-dengan-penyebabnya-217LTeWmgIz/full
  5. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/08/25/dukungan-australia-di-era-kemerdekaan-ri-armada-hitam-dan-lumpuhnya-militer-belanda
TOUR EROPA GURU SHD 2022

Catatan Dari Luzern

Setyo Hajar DewantoroSetyo Hajar Dewantoro24 Januari 2025
Kebangsaan

Jadilah Jiwa Garuda

Setyo Hajar DewantoroSetyo Hajar Dewantoro27 Juli 2024
Arus Baru

Mengenal Israel

Eko NugrohoEko Nugroho7 November 2024

Leave a Reply