Skip to main content

Yang Ilahi – yang bisa kita katakan sebagai Sang Sumber Hidup, atau Tuhan, sejatinya adalah esensi setiap jiwa. Maka manusia yang berjiwa dinyatakan punya potensi ketuhanan: bisa menumbuhkan karakter dan kemampuan ilahiah yang merupakan potensi diri. Di antara potensi itu adalah KEKUATAN KREATIF atau Kemampuan Mencipta/Menjadikan.

Meski dalam tradisi Jawa dikenal Sabda Mandi Sabda Dadi, tentunya kita tak cukup bermodal omongan untuk merealisasikan sebuah kehendak atau rencana. Ucapan harus dibarengi tindakan; dan harus dimengerti bahwa tatanan medan energi diri menjadi penentu sejauh mana kita bisa jadi sosok pencipta dari realitas hidup kita.

Sabda agar sebuah keadaan yang dikehendaki benar-benar terjadi, tentu saja membantu. Sabda menjadi semacam password untuk mengakses dan mendayagunakan kekuatan kreatif pada diri manusia sebagai mikrokosmos. Tapi sekali lagi, ada tindakan yang harus dilakukan.

Tantangannya, orang seringkali tidak sabar menjalani proses. Kadang menaruh ekspektasi yang berlebihan dan sulit menerima ketika yang terjadi tak sesuai ekspektasi. Padahal jelas, untuk membuat visi luhur menjadi kenyataan, benar-benar butuh ketulusan dan kesabaran. Kita tidak bisa tergesa-gesa. Tak bisa memaksakan apapun. Kita hanya bisa memilih setia pada tuntunan Gusti yang mengantarkan diri kita meraih visi ideal, sembari menerima proses yang terjadi.

Seringkali kita sampai ke tujuan dengan rute dan cara yang tak terbayangkan.

Kita boleh jadi pencipta bagi hidup kita, tapi jangan pernah mengontrol segalanya.

Arus Baru

Dunia Multipolar

Eko NugrohoEko Nugroho29 Januari 2025
Kebangsaan

Wujudkan Semangat Pancasila

Setyo Hajar DewantoroSetyo Hajar Dewantoro26 Januari 2026
Kepemimpinan

Post Power Syndrome

Setyo Hajar DewantoroSetyo Hajar Dewantoro26 Januari 2026

Leave a Reply