Sumber thumbnail : Orban defeated – is Trump’s MAGA movement next?
Suksesi kepemimpinan yang paling menjadi perhatian utama di Eropa baru-baru ini adalah yang terjadi di Hungaria pada 12 April 2026. Perdana Menteri Victor Orban yang sangat kontroversial dengan sikapnya yang keras terhadap UE (Uni Eropa) kalah pemilu dan digantikan dengan kemengan besar (land slide) oleh lawannya yaitu Peter Magyar. Elon Musk menyebut kekalahan Peter Orban sebagai “Organisasi Soros telah menguasai Hungaria”. Dilain sisi, Ursula von der Leyen, presiden EU, segera menelpon Peter Magyar untuk memberikan selamat.
Orban yang memimpin Hungaria selama 16 tahun (sejak 2010) menjadi “duri dalam daging” di UE. Kebijakannya yang dianggap “melawan” UE, diantaranya: tidak menerima imigran dari negara lain, tetap menerima pasokan minyak dan LNG dari Rusia, menolak memberikan bantuan militer ke Ukraina dan yang terakhir mem-veto rencana pinjaman UE ke Ukraina untuk kepentingan perang melawan Rusia sebesar €90 juta atau sekitar US$ 105 juta. Kedekatannya dengan Presiden Trump dan kemudian mendatangkan wakil presiden AS, JD Vance membantu kampanyenya, tidak berhasil mengangkat suara rakyat Hungaria untuk memilihnya.
Peter Magyar adalah pendukung Victor Orban sampai tahun 2024, sebelum kemudian menyeberang ke partai oposisi. Sebagian pengamat melihat kemenangan Peter Magyar sebenarnya juga kemenangan Victor Orban karena kebijakan Peter Magyar tidak terlalu berbeda dengan kebijakan Victor Orban. Malah sebagian pengamat melihat ini adalah kemenangan Orban atas UE dimana Orban bermain catur dengan cantik, seolah kalah pemilu tapi sebenarnya tetap menang karena Peter Magyar akan mempertahankan kebijakannya.
Sebagian pengamat lain lebih pragmatis dalam melihat sosok Peter Magyar. Memang mungkin terlalu dini melihat apa yang akan dilakukan Peter Magyar kedepan mengingat baru akan resmi menjabat pada tanggal 5 Mei 2026. Tapi pernyataannya sampai hari ini bisa menjadi indikasi apa yang akan dilakukan pemerintahannya kedepan.
Beberapa pernyataan Peter Magyar yang seirama dengan Victor Orban antara lain:
- Mempertahankan pasokan LNG dari Rusia. Magyar mengatakan bahwa diversifikasi energi tidak berarti meninggalkan pasokan energi murah dari Rusia tapi juga melihat kemungkinan pasokan dari negara lain yang menguntungkan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pihak.
- Mempertahankan kebijakan menolak ilegal imigran alokasi UE. Hungary adalah salah satu negara di Eropa yang menolak alokasi imigran dari Uni Eropa. Kebijakan UE mengharuskan negara anggotanya untuk menerima alokasi imigran dengan jumlah yang ditentukan UE. Konon, Hungaria karena menolak kebijakan ini konon dikenakan denda € 1 juta per hari sejak 2024.
- Menjalin kerjasama dengan negara tetangga untuk melindungi hak-hak sipil etnis Hungaria di beberapa negara tetangga seperti Rumania Slovakia, Serbia dan Ukraina. Yang terakhir ini yang menjadi salah satu ganjalan dalam pemerintahan Orban.
- Tetap menjalin hubungan baik dengan China dan mempertahankan investsi China di Hungaria. Magyar menyebut China sebagai “key economic partner”
Dilain sisi, Peter Magyar juga menyatakan kebijakan barunya yang tidak begitu sejalan dengan kebijakan Victor Orban:
Magyar lebih pro ke UE dan mengharapkan dana sebesar €17 milyar yang ditahan UE dapat diberikan ke Hungaria. Dana ini ditahan EU karena selama ini Orban menolak memenuhi syarat untuk mendapatkan dana bantuan tersebut.
- Pertama, dana sebesar € 7,6 milyar yang disebut “Cohesion Policy” diberikan bagi negara yang GDP perkapita dibawah 90% rata-rata 27 anggota UE. Kedua, dana sebesar €10,4 milyar atas “ Resilience and Recovery Facility” atau bantuan UE untuk membantu anggota UE meningkatkan transisi “hijau” dan “digital” sesuai kebijakan UE. Untuk mendapatkannya, Hungary harus melakukan reformasi atas: independensi peradilan, transparansi pengelolaan dana dan implementasi anti korupsi. Deadline terpenuhinya persyaratan ini adalah bulan Agustus 2026. Tenggat waktu yang relatif pendek.
- Magyar juga kemungkinan besar akan memberikan persetujuan pemberian pinjaman dana perang dari UE ke Ukraina sebesar €90 milyar yang sebelumnya di veto oleh Orban. Sekarangpun Magyar sudah mendesak Orban menarik vetonya sebelum masa jabatannya berakhir.
- Magyar juga berencana merubah konstitusi yang membatasi jabatan perdana menteri menjadi 8 tahun (2 kali pemilu). Hungaria kemungkinan akan menjadi negara dengan demokrasi liberal yang rawan atas intervensi dari kekuatan asing kedepan.
Akan seru melihat tarik-menarik antara UE dan Magyar kedepan. Disatu sisi Magyar tetap anti imigran (kontra dengan kebijakan UE), tapi disisi lain membutuhkan dana dari UE yang berarti harus berdamai dengan UE dengan melakukan “reformasi” di internal pemerintah Hungaria. Bagi UE, sepertinya belum jelas apakah Magyar akan menjadi “anak manis” atau “anak nakal”? Yang pasti Presiden UE, Ursula von der Leyen juga sedang menyiapkan perubahan konstitusi yang tidak lagi satu negara bisa mem-veto kebijakan luar negeri UE. Sebuah antisipasi UE kalau Magyar menjadi “anak nakal” seperti Orban.
Dilain sisi, apakah Rusia akan tetap bersedia mengirimkan LNG ke Hungaria bila Magyar terlalu dekat dengan UE dan Ukraina? (Rusia sebelumnya sudah menyatakan sedang melakukan kajian untuk mempercepat penghentian penjualan LNG ke UE dan akan lebih fokus ke pasar lain seperti Asia sehubungan peningkatan permintaan yang diakibatkan penutupan selat Hormuz). Bila ini terjadi, maka akan menyulitkan ekonomi Hungaria dimana rakyat dan pengusaha tidak lagi mendapat energi murah dari Rusia.
Sumber:
– Elon Musk Hits Back at Alex Soros regarding Hungarian Elections
– Magyar speaks—again—to von der Leyen: “Unfreezing the EU funds is a key priority”
– Péter Magyar Outlines Key Policies, Echoes Orbán on Migration, Russian Oil
– https://www.instagram.com/reels/DV1k1Agje06/
– Magyar calls on Orbán to lift veto on €90bn Ukraine loan before leaving office



